Metode200 Jam

Karisma

Cara menjadi lebih karismatik

Ini bukan bakat yang hanya disediakan untuk segelintir orang beruntung. Inilah kenapa kita sering salah memahaminya, dan apa yang sebenarnya ditemukan riset.

Blog  ›  Menjadi lebih karismatik

Oleh Jérémy, pencipta Metode 200 Jam

Intinya: Untuk menjadi lebih karismatik, pancarkan sekaligus kehangatan (niatmu baik) dan kompetensi (kamu mampu): inilah dua dimensi yang pertama-tama dipakai orang untuk menilaimu. Kabar baiknya, karisma bukan bawaan lahir, ini bisa dipelajari: para peneliti membuktikan bahwa gestur yang konkret bisa diajarkan dan bahwa orang yang dilatih kemudian dipersepsikan jauh lebih karismatik. Mulailah dengan mendengarkan secara tulus, kehadiran nonverbal, dan sedikit sisi manusiawi yang kamu akui, berangkat dari dirimu apa adanya.

Kita sering bicara tentang karisma seolah-olah itu percikan yang kamu punya atau tidak. Itu salah. Karisma adalah seperangkat sinyal yang ditangkap orang lain, dan sinyal-sinyal itu bisa dilatih, sebagaimana kamu menjaga kebugaran. Kamu tidak perlu mengubah kepribadianmu, cukup memahami apa yang perlu dikerjakan.

Kenapa kita sering salah memahami karisma

Citra klise tentang orang karismatik adalah ekstrover yang bicara lantang dan merebut semua perhatian. Itu hanyalah karikatur. Banyak orang yang sangat memikat justru tenang, membumi, kadang pendiam. Yang membuat mereka berkesan bukan volume suara, melainkan kualitas kehadiran mereka: cara mereka mendengarkan, cara mereka membuat lawan bicara merasa berarti. Karisma yang tenang itu ada, dan sering kali lebih kuat daripada yang lantang.

Dua hal yang orang baca dalam dirimu

Riset kognisi sosial (Susan Fiske, Amy Cuddy dan Peter Glick) menunjukkan bahwa kita menilai orang lain pertama-tama lewat dua dimensi universal: kehangatan (apakah niatmu baik?) dan kompetensi (apakah kamu mampu?). Menjadi karismatik berarti membuat keduanya terasa sekaligus: cukup hangat agar menenangkan, cukup berbobot agar menarik. Kebanyakan orang condong ke salah satu sisi saja. Kamu bisa belajar menyatukan keduanya.

Dan yang terpenting: karisma bisa dipelajari

Inilah poin yang paling membebaskan. Peneliti John Antonakis, Marika Fenley dan Sue Liechti mengisolasi "taktik karismatik" yang konkret (bercerita, menyampaikan keyakinan, menunjukkan perhatian) dan membuktikan bahwa hal itu bisa diajarkan: orang yang dilatih kemudian dipersepsikan jauh lebih karismatik. Dengan kata lain, ini bukan soal bawaan lahir, melainkan soal gestur.

Tuas-tuas yang perlu dikerjakan

Tanpa berusaha menjadi orang lain, tiga tuas ini melakukan hampir seluruh pekerjaannya:

Dari mana memulainya

Karisma tidak ditetapkan dalam satu malam, melainkan dibangun gestur demi gestur, berangkat dari dirimu apa adanya: rasa ingin tahumu, kehangatanmu, caramu memandang. Itulah persis janji panduan "Disukai dan Karismatik Itu Bisa Dipelajari": mengubah tuas-tuas ini menjadi kebiasaan sederhana, tanpa topeng dan tanpa trik rayuan.

Mau beralih dari ide ke gestur?

Panduan "Disukai dan Karismatik" merinci, bab demi bab, cara menjadi orang yang ingin ditemui lagi, berangkat dari temperamenmu.

Lihat panduannya →

Baca selanjutnya

"Aku tak pernah tahu harus bilang apa": cara mengobrol Cara menjadi lebih menarik (tanpa menghafal) Cara berteman saat dewasa