Metode200 Jam

Metodenya

Pertemanan bukan anugerah. Itu sebuah metode.

Metode 200 Jam lahir dari satu pengamatan sederhana: kesepian pada orang dewasa meledak di seluruh dunia, dan hampir tidak ada yang diajari cara benar-benar keluar darinya.

Kalau hari ini kamu merasa kesepian, itu bukan kekurangan dalam dirimu. Itu efek dari sebuah zaman yang membongkar, satu per satu, kondisi yang dulu membuat pertemanan terasa mudah saat kamu masih muda.

Sewaktu remaja, kamu bertemu orang-orang yang sama setiap hari, tanpa mengatur apa pun. Sekolah menyediakan pertemanan secara cuma-cuma. Lalu kehidupan dewasa datang: pindahan, jadwal yang berubah-ubah, beban mental, layar. Pijakannya runtuh untuk semua orang sekaligus. Jadi kamu bukan pengecualian: kesepian pada orang dewasa telah menjadi fenomena massal (angka-angka dan sumbernya ada di sini).

Siapa di balik metode ini

Metode ini punya penulis: Jérémy. Ia membuatnya setelah membiarkan pertemanannya sendiri memudar karena terlalu fokus pada pekerjaan, lalu harus membangun ulang semuanya dengan bersandar pada riset ilmiah tentang koneksi sosial. Baca kisahnya →

Entah kesepian itu dipilih atau tidak, ia bukan sesuatu yang tak terhindarkan.

Keyakinan kami

Kesepian bukan takdir karakter, melainkan persoalan metode. Dan apa pun yang berujung pada metode bisa dipelajari. Peneliti Jeffrey Hall, di University of Kansas, bahkan menaruh angka pada jarak yang harus ditempuh: sekitar 50 jam waktu bersama untuk mendapatkan teman biasa, mendekati 200 jam untuk teman dekat. Dari situlah nama kami, dan janji kami: membuat jarak itu terlihat, sehingga bisa diseberangi.

Bukan kamu masalahnya. Tapi zamannya, pijakannya, dan kurangnya metode. Ketiganya bisa diperbaiki.

Pendekatan konkret, didukung riset

Setiap pelajaran dalam program ini berpijak pada riset nyata yang disebutkan namanya di bidang sosiologi serta psikologi koneksi, antara lain Jeffrey Hall, Robin Dunbar, Leon Festinger, dan Robert Zajonc, dijelaskan secara sederhana dan diubah menjadi tindakan (studi lengkapnya dikutip dalam panduan). Tidak ada kutipan yang dibiarkan berdebu: setiap modul diakhiri dengan satu tindakan, yang bisa dilakukan dalam minggu itu juga.

6

modul, satu per minggu, sesuai temponya sendiri dan secara pribadi.

100%

tertulis. Untuk dibaca, dibaca ulang, dicetak. Tanpa video, tanpa panggilan langsung.

1

tindakan per modul. Tindakanlah yang membangun lingkaran, bukan sekadar membaca.

Kenapa pribadi, dan tanpa pamer

Kesepian adalah topik yang intim, kadang memalukan. Banyak orang lebih suka maju sendiri, sesuai temponya, tanpa harus mengakuinya di depan sebuah kelompok. Itulah kenapa program ini sepenuhnya tertulis dan dijalani dengan penuh kerahasiaan, sesuai temponya sendiri. Tanpa pamer, tanpa guru: hanya sebuah metode, sainsnya, dan seseorang yang telah melaluinya sebelum kamu. Yang penting, ini berhasil untukmu.

Kejujuran kami

Metode 200 Jam mengajarkan keterampilan sosial dan mengambil tindakan. Ini bukan terapi. Kalau, di balik kesepian itu, kamu sedang melewati tekanan batin yang dalam atau depresi, tolong bicara juga dengan tenaga kesehatan profesional: alat-alat kami bisa mendukung hal itu, bukan menggantikannya. Dan kami tidak pernah menjanjikan keajaiban: kami menjanjikan metode yang jelas, dengan garansi 30 hari.

Temukan programnya →